Selamat Datang di Little Darbi

Perjalanan dan filosofi membangun sebuah Taman Kanak-kanak

“Sungguh sebuah amanah yang sarat tanggung jawab saat ayah bunda mempercayakan buah hatinya pada sekolah kami..

Pada tahun 1998, dimulailah reklamasi rawa-rawa untuk dijadikan dataran yang siap untuk dijadikan landasan pembangunan gedung.

Nilai-nilai Illahiyah yang ternyatakan dalam Al Qur’an Surat Ali Imron ayat 79 jelas mempersyaratkan  ummat yang selalu belajar dan mengajarkan (Al Qur’an ) sebagai dasar pembentukan generasi Robbani. Turunnya wahyu pertama :

Iqro’ bismi Robbikalladzi kholaq… ‘Allamal Insana maa lam ya’lam

Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang telah menciptakan… Yang Telah mengajarkan manusia apa-apa yang tiada diketahuinya”. (QS. Al’Alaq : 1 & 5)

Juga memperkuat isyarat pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan generasi pilihan dan unggulan sepanjang masa .

Perintah Iqro (baca, pelajari, telaah, kejar dan tuntut serta eksplorasi ilmu ) juga dikaitkan dengan ayat lain yang turun dan menjelaskan posisi mulia manusia sebagai makhluk terbaik dan mulia (Insana fii ahsani taqwim, Laqod karomnaa bani Adama) yang bukan merupakan pemuliaan yang terus dan tetap akan melekat pada zat kemanusiaan melainkan sebuah kedudukan amanah dan titipan yang harus diperjuangkan terus menerus dalam proses pendidikan dan pencarian ilmu . Jika tidak manusia akan dapat kehilangan kemuliaannya dan terjatuh pada posisi hina yang disifatkan sebagai asfala safilin (kedudukan terendah) atau sebagai ‘kal ana am balhum adhol (binatang ternak atau bahkan lebih buruk lagi).

Oleh karena itu pendidikan dalam Islam adalah keharusan untuk mempertahankan kemuliaan manusia Dengan tujuan pendidikan sebagai upaya untuk mewujudkan manusia seutuhnya (akal/aql, hati/qalb, kehendak/iradat, jasmani rohani, akhlak ketrampilan) untuk hidup lebih baik (konsep survival & growth untuk masa depan) dan menciptakan pribadi hamba Allah yang bertaqwa dengan menjadi rahmatan lil alamin agar hidup berbahagia dunia akhirat merupakan bukti sekaligus konsideran bahwa pendidikan dalam Islam adalah pilar utama penegak kehidupan manusia dan kemanusiaan.

Taujih Robbani (Petunjuk dan seruan Ilahi) tersebut membangun visi, misi dan keyakinan Yayasan Darul Abidin bahwa pembentukan suatu generasi yang maju dan cemerlang dapat diperjuangkan melalui proses pendidikan dan melandasi pendiriannya di tahun 1998. Terpaut waktu hanya satu tahun dari awal terpaan badai krisis ekonomi Indonesia justru mengilhami dan memunculkan tekad Yayasan Darul Abidin untuk membuktikan bahwa keunggulan kompetensi dan kualitas anak bangsa yang terdidik dengan baik lah yang akan mampu mengatasi gelombang krisis dan ujian mendatang.

Perjalanan panjang harus diawali dari langkah pertama, untuk mewujudkan visi dan misinya Yayasan Darul Abidin memulai dengan membangun SDIT dan kemudian TKIT Darul Abidin. Didirikan di wilayah strategis kota Depok Jawa Barat, SDIT dan TKIT Darul Abidin tumbuh cepat sejak berdirinya dan mendapat sambutan yang sangat antusias dari berbagai kalangan masyarakat wilayah Depok dan sekitarnya. Penerimaan yang baik akan kehadiran institusi pendidikan Darul Abidin ini dibuktikan dari jumlah peminat setiap tahunnya mencapai dua kali (2x) dari daya tampung sekolah.

Sekolah Islam Terpadu Darul Abidin adalah sekolah yang menjadikan pesan-pesan luhur Islam sebagai pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak mulia. SIT Darul Abidin melakukan proses pendidikan dengan mengutamakan nilai-nilai Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama pada setiap aktifitas belajar mengajarnya.

Little Darbi memilih Metode Active Learning yang menempatkan peserta didik menjadi subjek dalam proses belajar mengajar dan menjadi penikmat dalam proses pendidikan yang menyenangkan sehingga waktu yang berlangsung sepanjang hari berlalu tanpa kebosanan.

Darul Abidin mengacu pada kurikulum nasional yang kemudian dikembangkan dan dipadukan dengan kurikulum tambahan yang bertujuan memperkaya wawasan dan pengetahuan Ananda.
Melalui metode Active Learning dan cara belajar Moving Class diharapkan Ananda akan menikmati suasana belajar yang menyenangkan.”

 

Candra Faizah Hanum | Kepala Sekolah

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu